Category Archives: kampus

Banner MedCen

Hari ke dua belas Ramadhan, bagaimana semangat teman-teman? Semoga makin asyik aja… (TPI?)

Sambil ngabuburit, iseng bikin banner untuk website-nya Media Center. Aku bikin dua pilihan warna latar, ada yang transparan dan ada yang hitam, silakan pilih, tergantung selera masing-masing.

Ini contoh bannernya,

kalau ada yang berminat, terutama para MaBeng, silakan kirim e-mail, nanti aku kasih HTML code-nya.

Salam Pers Mahasiswa!

Sibukkan Akhiratmu!

im-busySibuk, sibuk, dan sibuk. Itulah yang tampaknya mulai merasuki kampus STAN belakangan ini. Dimana-mana ramai, di mana-mana kerja, semua tampak sibuk. Semester genap sepertinya menjadi waktu yang terasa sangat pendek, dibanding dengan banyaknya amanah yang telah menunggu.

Sibuk, sibuk, dan sibuk. Para mahasiswa sibuk, para dosen sibuk, pegawai-pegawai di kampus STAN juga sibuk. Adik-adik yang kebanyakan fresh graduated, baru lulus SMA tak kalah sibuknya, pedagang dadakan di sekitar halaman gerbang Bintaro –yang tidak menerapkan metode Highest and Best Use­– juga sibuk, bimbel-bimbel USM STAN juga sibuk. Kesibukan sangat terasa di semester genap ini, terutama setelah UTS kemarin.

Mahasiswa sibuk. Tiga kepanitiaan besar yang tidak bisa dianggap remeh (wisuda, daftar ulang, dan dinamika) mulai menggeliat melakukan persiapan. Dimulai dengan OR yang dilaksanakan pada tanggal 11 Juli yang lalu, hingga akhirnya demi mejaring kesediaan mahasiswa STAN –sudah menjadi rahasia umum– yang cenderung apatis. OR akhirnya diperpanjang, sampai tanggal 16 Juli 2009.

Mahasiswa ‘tua’ ikut-ikutan sibuk seperti para juniornya. Deadline outline telah menari-nari di depan mata. Jadwal-jadwal PKL yang sudah sedemikian dekat membuat persiapan menjadi semakin serius.

Pegawai-pegawai STAN juga tak kalah sibuknya, menghadapi para pendaftar USM yang mencapai puluhan ribu jumlahnya. Beberapa diantara pegawai tersebut yang merangkap juga menjadi dosen di STAN sedikit kelabakan mengatur jadwal. Akhirnya jadwal menjadi tidak menentu, ketua kelas pun terlibat dalam kesibukan mencari jadwal pengganti.

Posko-posko bimbel yang mengkhususkan pada USM STAN, terlihat banyak bertebaran di pelataran gerbang STAN Bintaro. Semakin gencar melakukan promosi demi menjaring calon-calon mahasiswa plat merah.

Waktu perkuliahan di semester genap pasca UTS yang hanya dua bulan menjadi sedemikian sempitnya. Waktu terasa cepat berjalan, namun ujian akhir semester tak bisa ditawar-tawar. Ujian, di kampus calon punggawa keuangan negara ini, seakan menjadi momok tersendiri. Kita semua pasti sudah tahu alasannya, sudahlah tidak usah dibicarakan kenapa. Kata-kata DO terasa tabu untuk diperbincangkan.

Kesibukan yang menerjang, khususnya bagi para mahasiswa ‘aktivis’, seringkali membuat kita lupa. Lupa waktu, lupa makan, lupa istirahat, lupa tidur, lupa belajar, bahkan lupa ibadah. Astaghfirullah.

Fisik boleh lelah, tapi ruhiyah tak boleh terkapar pasrah. Kualitas maupun kuantitas ibadah harus tetap dipertahankan. Kita pasti seringkali mendengar, bahwa manusia hanya bisa berusaha, Tuhan yang menentukan segalanya. Maka, planning sesempurna apapun bisa jadi akan gagal berantakan jika Tuhan tidak Ridha terhadap apa yang kita usahakan. Keridhoan Allah itu yang utama. Tentu dengan tetap mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah di tengah kesibukan yang melanda, akan menjadi jalan turunnya Rahmat Allah, insya Allah.

busy-business-manNamun, tampaknya kekuatan fisik terutama kesehatan cukup mendominasi di sini. Ketika kita sedang sakit, tentu kita akan kewalahan melaksanakan semua amanah yang telah diagendakan sebelumnya, pun dalam masalah ruhiyah, kecenderungan menurunnya kualitas dan kuantitas ibadah akan terasa lebih besar.

Tak usah jauh-jauh mengambil contoh, penulis artikel ini pun, sedang menahan sakitnya ketika menyelesaikan amanah yang sebentar lagi di penghujung deadline.

“Yang penting, tidak sia-sia…, itu saja…”, kata seorang teman yang disampaikannya lewat sms.

Isilah waktu luangmu dengan mentaati Allah dan beribadat kepada-Nya sebelum datang musibah kepadamu yang membuatmu lalai dari beribadah

(Hadits Rasulullah, dalam kitab tanbihul khawatir : 360)

ditulis untuk Insan Kamil

Persiapan Cantik untuk Hasil Dinamik(a)

“Kebaikan yang tidak terorganisasi akan dikalahkan oleh kezaliman yang terorganisasi”

QUANTUM TARBIYAHItulah kata-kata yang diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib. Dari kalimat itu, tentunya kita bisa mencernanya dengan baik, tanpa kesukaran, bahwa sebuah kebaikan pun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, diperlukan sebuah perencanaan yang tertata dengan baik.

Begitu juga dengan kehidupan pribadi seorang muslim, yang menyebut dirinya sebagai jundullah, sebagi mujahid di jalan Allah, mutlak memiliki perencanaan yang baik dalam kehidupannya. Bagaimana mungkin bisa menjadi seorang mujahid yang garang berhadapan dengan musuh-musuh Allah jika kehidupannya berantakan, persiapannya asal-asalan, dan peta hidupnya acak-acakan.

Imam Syahid Syaikh Hasan al-Banna memberikan contoh pribadi dan arahan, yang dibentuk dan dilahirkannya. Kata beliau,

”Aku mampu membayangkan akh al-Mujahid itu sebgai seorang laki-laki yang senantiasa melakukan persiapan dan meyiapkan perlengkapannya, mampu menguasai pikiran yang memenuhi setiap sudut jiwanya dan seluruh bagian hatinya.

Dia senantiasa berpikir memusatkan perhatian sepenuhnya terhadap persiapan yang terus-menerus.

Apabila dipanggil dia menyahut, apabila diajak dia menanggapi, datang dan perginya, perkataan dan bicaranya, kebenaran dan kelakarnya, tidak melampaui batas.

Dia tidak melaksanakan tugas selain dari yang telah diletakkan oleh keadaan dan tuntunan atasnya, dan dia berjihad di jalan-Nya.

purple_lotus_flowerEngkau dapat membaca pada raut muka dan kilauan matanya, dan mendengar dari gerakan lidahnya semua apa yang bergelora di dalam hatinya, kesengsaraan yang tersimpan di dalam hati, semua tujuannya benar dan bersungguh-sungguh pelaksanaanya, cita-citanya tinggi dan sasarannya jauh untuk memenuhi jiwanya” (Abbas as-Siisi, 1994:40)[1]

Point penting dari sebuah kesungguhan, ada pada komitmenya, pada keistiqomahan yang senantiasa memenuhi hatinya, hati yang di dalamnya terpatri iman yang semakin menjadi dari hari ke hari. Menjadi muslim yang tertata urusannya butuh keistiqomahan ini, bukan hanya semangat karbitan yang meledak keras di awal, ibarat petasan yang pada akhirnya hanya menyisakan serak-serak kertas yang tiada berisi, kosong, semangatnya habis, purna sudah.


[1] Solikhin Abu ‘Izzuddin, New Quantum Tarbiyah, 2009, hal: 300

ditulis untuk TFM, ikam

Ideal Itu (harus) Cantik

dalam_cahaya_islamIdeal tidak selalu kita dapati dalam keseimbangan fisik, seimbangnya berat badan dan tinggi badan. Ideal tidak hanya sebatas kecerdasan. Kecerdasan intelektual, maupun kecerdasan spiritual. Ideal adalah sebuah kesejiwaan, perpaduan yang indah antara keseimbangan fisik dan kecerdasan, cerdas spiritual dan cerdas intelektual. Tidak ada kata gratisan untuk harga ideal. Harganya teramat tinggi tapi kita masih berkesempatan untuk memiliki. Menawarkan pada diri untuk perjuangan tiada henti mencapai harga tertinggi. Sebuah langkah pasti. Sebuah perbaikan diri yang terangkum dalam ihtiyar di jalan Illahi.

“Tiadalah engkau perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan. Kalimat yang baik adalah umpama pohon yang baik. Akarnya teguh dan cabangnya sampai ke langit. Ia memberikan buahnya di tiap musim dengan izin Rabbnya…”
(Q.S. Ibrahim: 24-25)

Bangunan iman kita seperti pohon ini. Ada ‘aqidah yang menghujam, teguh, terpatri dalam benak. Ia tersembunyi tetapi eksis. Keyakinan yang teguh pada Allah, mengakar pada sumber kehidupannya. Ada ibadah yang pengaruhnya dinikmati banyak orang. Shalat yang mencegah keji dan munkar. Puasa yang mengajarkan empati pada sesama. Zakat yang mengajak semua untuk berbagi. Dan haji, yang membuat kita sinergi, merasa kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Dahan-dahan ibadah ini sampai ke langit, menjulang menyadarkan.

Sekararang buah itu akhlaq. Seorang mukmin memberikan buahnya pada setiap musim, pada segala kondisi dengan ijin Allah. Siratan yang indah tentang manisnya kemanfaatan bergaul bersamanya. Semua sisi hidupnya manis dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya. Ia, bermanfaat kapan saja, dalam kondisi apapun.

“Celupan warna Allah dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan hanya kepadaNyalah kami menyembah.”
(Q.S. Al Baqarah : 138)

Bagaikan kain putih yang telah terkena beberapa noda, pribadi-pribadi mukmin kemudian dicuci dengan syahadat yang mereka ikrarkan. Allah kemudian memberi warna dengan celupanNya, celupan warna dengan cita rasa Illahi Yang Maha Tinggi. Jika sang hamba terus menjaga amalan wajibnya, kemudian taqarrub dengan amalan sunnah dan nafilah, maka celupan warna itu menjadi gerak hidup yang memancarkan kemuliaan dan keagungan.

“Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Dan pada masing-masing keduanya tetap terdapat kebaikan…” (H.R. Muslim)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syaithan…” (Q.S. Al Baqarah: 168)

Konsep kita jelas.
Halal:
1. Halal dzatnya
2. Halal sumbernya
Thayyib:
1. Thayyib dzatnya
2. Thayyib sumbernya

Tidak hanya asupan makanan yang perlu dijaga akan tetapi menjaga kesehatan fisik secara fisik juga sangat perlu dilakukan seperti olahraga, menjaga kebersihan, istirahat cukup dan medical check up juga diperlukan.
Betapa islam sejak mula, menempatkan akal dalam posisi yang paling nyaman. Ia tidak dikungkung oleh belenggu otoritas. Tetapi ia berjalan dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia berkelana, menjelajah penjuru bumi, memasuki tubuh manusia, mengintip aktivitas sel-sel, lalu mengangkasa, mengamati cuaca terus ke antariksa memuaskan rasa ingin tahu lalu mendarat lagi untuk memudahkan kehidupan insani.

Itulah ideal yang terangkum dalam kesejiiwaan. Kesejiwaan dalam ketaatan, jasad dan akal. Ideal itu (harus) cantik. Cantik tak sebatas jasmani tapi rohani. Tidak sebatas esensi tapi subtansi.

ditulis untuk TFM, mika

Protected: pembagian keloompok TekBang, 1C Penilai/PBB, STAN Jakarta

This content is password protected. To view it please enter your password below: