Dimana Toleransi Untuk si Lajang?

Nice, Dear…

Reading Nook

Sebelum saya menuliskan apa yang ada dalam benak saya selama ini, saya ingin mengatakan bahwa tulisan ini adalah hasil beberapa waktu dan beberapa kali bincang-bincang saya bersama life-partner saya dan sahabat saya dengan pengamatannya dan pengamatan saya.

Saya lupa tepatnya kapan, saya hanya ingat sebulan sebelum saya menggenapkan separuh agama, saya diwelingi oleh sahabat saya, beberapa sahabat saya agar tidak terlena pada euforia pasca pernikahan. Agar saya tidak mengumbar kemesraan di status akun lini masa yang saya punya, mengunggah foto berdua secara close-up dempet-dempetan dan kawan-kawannya. Saat itu, saya iyakan. Saya berusaha pegang dan jalankan. Ternyata setelah pasca pernikahan, harapan dari sahabat-sahabat saya pun diuji. Ternyata tidak mudah. Ya, bayangkan saja seperti anak kecil yang punya mainan baru. Dia akan berusaha agar semua teman-temannya tahu kalau dia punya mainan baru. Alhamdulillah, lelaki yang menjadikan saya tulang rusuknya memiliki tekad seperti amanah yang dititipkan sahabat saya. Akhirnya, pilihan kami ambil…

View original post 618 more words

Advertisements

One response to “Dimana Toleransi Untuk si Lajang?

  1. ceritanya sangat bagus. maret merit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s