“Tetiba”//?

Berawal dari rasa penasaranku karena menemukan sebuah kata baru di sebuah blog yang menurutku lucu dan agak asing: “tetiba”. Aku sebut agak asing karena sebelumnya aku telah mengetahui kata yang susunannya mirip dengan “tetiba”, yaitu “tetikus”.

“Tetikus” adalah peranti periferal pada komputer yg menyerupai tikus, gunanya, antara lain, untuk memindahkan letak pandu di jendela tampilan (KBBI 2008). Berbeda dengan “tetikus” yang telah baku sebagai kata yang diakui oleh pakar bahasa Indonesia karena sudah tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “tetiba” belum saya temukan dalam kamus yang sama.

Ada beberapa kata yang mirip dengan kata “tetiba”, misalnya “tetibau” yang merujuk pada “tetibar” yang berarti burung cabak, nama latinnya Lyncornis Temminchi (burung apa pula ini). Atau “tiba-tiba” yang berarti sekonyong-konyong; dengan mendadak.

Mungkin itu kata baru yang sudah dimasukkan dalam ejaan baku bahasa Indonesia sedang aku tidak tahu, mengingat kamus yang aku punya terbitan lama, 2008. Jadi mungkin kamus yang terbitan baru sudah mencantumkannya. Atau kata yang berasal dari bahasa daerah yang belum dimasukkan dalam kamus.

Sudah tak cari juga di internet, tetapi –nah , kalau ini ada di kamus– kata “tetiba” tetap membuat penasaran; apa maknanya, kenapa harus “tetiba”?

*mungkin ada yang mau ngasih referensi makna kata “tetiba”?

Advertisements

13 responses to ““Tetiba”//?

  1. hei, kamu udah baca 101 kolom bahasa kompas?
    kalau belum, ada baiknya kamu baca. biar dapat banyak wawasan tentang penggunaan bahasa tulis dan perkembangannya.
    (jadi ini bukan referensi makna tetiba ya, tapi rekomendasi lain yang mungkin bisa memunculkan pemahaman tentang kata tersebut atau kata lainnya)

    -jgn tanya kenapa akhirnya aye lagi nyang komen dimari, soale skrg sedang blogwalk via reader ^^v-

  2. hmm jadi penasaran gimana ya proses pengesahan suatu kata baru bisa dimasukkan ke dalam kamus?
    kalau kita lihat2 kan ya bahasa itu termasuk hal yang berkembang tiap waktunya….

  3. Itu kalimatnya Ustadz satori abdur rauf ya?

    tetiba, kalau lihat konteks kalimatnya sepertinya masuk dari kata “tiba-tiba”.

    • Kalimatnya Ustadz Satori? Kurang tahu Mas, tapi kalau iya berarti penggunaan kata ini dah jamak dipakai. Soalnya saya juga nemu di blog temen, di status FB temen juga ada.

      Karena saya tidak menemukan kata ini di kamus, makanya saya penasaran, dari mana kata ini berasal, kaidah bahasa yang mana yang membuat kata “tiba-tiba” menjadi “tetiba”. Apakah memakai imbuhan, sisipan, atau yang lainnya..

  4. kamusnya tahun berapa? jangan-jangan udah lawas ni….hehe, maaf

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s