Simple Photography

20/04/2012. Kenangan, ada dalam setiap ingatan. Tapi ingatan tidak cukup kuat untuk menampung semua kenangan. Ingatan pun seringkali tidak bisa mengejawantahkan secara detail dan sempurna. Kamera, salah satu alat bentuk pengekspresian diri akan kenangan, supaya terhalang dari kehilangan. Kenangan pun seringkali akan tampak lebih indah dengan seni memotret yang baik. Seni itu kita kenal dengan nama fotografi.

Sejak diperkenalkan pada 1826, fotografi berkembang sedemikian pesat. Awalnya, pemotretan dilakukan dengan pencahayaan hingga delapan jam. Saat ini teknologi memungkinkan pemotretan dalam kecepatan cacahan detik dan dengan kepekaan terhadap cahaya yang bervariasi menggunakan kamera digital. Berikut adalah beberapa tips sederhana dalam teori fotografi:

Komposisi Statis vs Dinamis

Komposisi statis dan dinamis tidak ada kaitannya dengan objek foto yang bergerak atau diam. Suatu komposisi dikatakan (atau terlihat) statis bila penempatan objek fotonya berada di tengah-tengah. Sementara bila objek tidak ditempatkan secara simetris akan memberi kesan lebih hidup; “dinamis”.

foto statis

foto dinamis

foto statis

Tetapi tidak semua yang statis itu kurang bagus, perhatikan contoh foto kucing di atas.

Foto kucing di atas fokusnya akan kabur jika kita memaksakan menggunakan komposisi dinamis. Penentuan komposisi secara statis atau dinamis tergantung kesesuaian dengan objek yang akan kita foto dan kecenderungan dari fografer itu sendiri. Pertanyaan tentang komposisi dinamis dan statis ini pernah saya ajukan dalam suatu forum fotografi. Masukan yang disampaikan cenderung kembali kepada fotografer itu sendiri. Ada fotografer yang menganggap statis lebih bagus ada pula yang beranggapan dinamis lebih bagus, tergantung selera masing-masing.

Rule of Third (aturan segitiga)

Salah satu yang paling populer adalah apa yang disebut “rule of third”. Ini adalah komposisi klasik yang didapatkan dengan membagi bidang gambar dalam tiga bagian yang sama besar dan proporsional. Fungsi pembagian bidang itu, adalah untuk peletakan objek. Objek bisa diletakkan pada salah satu dari 9 bagian tersebut.

rule of third landscape

rule of third portrait

 

 

 

 

 

 

 

Contoh penerapan rule of third dalam foto,

rule of third

rule of third

rule of third

Eksplorasi

Terkadang penerapan komposisi yang “lain dari yang lain” akan memberikan hasil yang cukup menarik meskipun –mungkin– tidak akan menjadi baku dan klasik seperti aturan komposisi sepertiga di atas.

explorasi

Close up

Bila Anda ingin membuat foto close up dari wajah, jangan sekali-kali mendekati objek lebih dekat dari satu meter. Biarkan saja bila besar objek dalam viewfinder tidak sesuai dengan keinginan Anda. Setelah hasilnya Anda dapatkan, lakukan langkah kedua: crop hasil pemotretan Anda. Bila Anda mendekatkan kamera anda hingga mencapai close up, wajah sang model akan “terdistorsi” dimana rahang dan hidung (yang lebih dekat jaraknya dengan lensa) menjadi membesar dan tidak proporsional dengan bagian-bagian wajah yang lain.

Ilusi Perspektif

Sederhana saja, bila Anda ingin membuat objek anda lebih tinggi dan lebih kurus, ambillah sudut pandang foto dari bawah. Sebaliknya bila anda ingin objek anda lebih gemuk dan pendek, maka sudut pandang foto harus diambil dari atas.

perspektif
sumber: kfk

Demikianlah sedikit gambaran mengenai teknik sederhana dalam seni fotografi, semoga bermanfaat.

dari berbagai sumber

Advertisements

3 responses to “Simple Photography

  1. Salam kenal.. bagus nih..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s