Persiapan Cantik untuk Hasil Dinamik(a)

“Kebaikan yang tidak terorganisasi akan dikalahkan oleh kezaliman yang terorganisasi”

QUANTUM TARBIYAHItulah kata-kata yang diucapkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib. Dari kalimat itu, tentunya kita bisa mencernanya dengan baik, tanpa kesukaran, bahwa sebuah kebaikan pun, untuk mendapatkan hasil yang optimal, diperlukan sebuah perencanaan yang tertata dengan baik.

Begitu juga dengan kehidupan pribadi seorang muslim, yang menyebut dirinya sebagai jundullah, sebagi mujahid di jalan Allah, mutlak memiliki perencanaan yang baik dalam kehidupannya. Bagaimana mungkin bisa menjadi seorang mujahid yang garang berhadapan dengan musuh-musuh Allah jika kehidupannya berantakan, persiapannya asal-asalan, dan peta hidupnya acak-acakan.

Imam Syahid Syaikh Hasan al-Banna memberikan contoh pribadi dan arahan, yang dibentuk dan dilahirkannya. Kata beliau,

”Aku mampu membayangkan akh al-Mujahid itu sebgai seorang laki-laki yang senantiasa melakukan persiapan dan meyiapkan perlengkapannya, mampu menguasai pikiran yang memenuhi setiap sudut jiwanya dan seluruh bagian hatinya.

Dia senantiasa berpikir memusatkan perhatian sepenuhnya terhadap persiapan yang terus-menerus.

Apabila dipanggil dia menyahut, apabila diajak dia menanggapi, datang dan perginya, perkataan dan bicaranya, kebenaran dan kelakarnya, tidak melampaui batas.

Dia tidak melaksanakan tugas selain dari yang telah diletakkan oleh keadaan dan tuntunan atasnya, dan dia berjihad di jalan-Nya.

purple_lotus_flowerEngkau dapat membaca pada raut muka dan kilauan matanya, dan mendengar dari gerakan lidahnya semua apa yang bergelora di dalam hatinya, kesengsaraan yang tersimpan di dalam hati, semua tujuannya benar dan bersungguh-sungguh pelaksanaanya, cita-citanya tinggi dan sasarannya jauh untuk memenuhi jiwanya” (Abbas as-Siisi, 1994:40)[1]

Point penting dari sebuah kesungguhan, ada pada komitmenya, pada keistiqomahan yang senantiasa memenuhi hatinya, hati yang di dalamnya terpatri iman yang semakin menjadi dari hari ke hari. Menjadi muslim yang tertata urusannya butuh keistiqomahan ini, bukan hanya semangat karbitan yang meledak keras di awal, ibarat petasan yang pada akhirnya hanya menyisakan serak-serak kertas yang tiada berisi, kosong, semangatnya habis, purna sudah.


[1] Solikhin Abu ‘Izzuddin, New Quantum Tarbiyah, 2009, hal: 300

ditulis untuk TFM, ikam

Advertisements

9 responses to “Persiapan Cantik untuk Hasil Dinamik(a)

  1. Malu sendiri, mengingat managemen waktuku yang masih berantakan… 😦

  2. kalau malu tutupi pake sarung ja…heee…

  3. Ziyy suka ini 🙂

  4. okey kayak e , , ,kapan2 nek sempet tak bacane ampek bar 🙂

  5. tapi ojo nikahan ae tha…..
    ndak pingin lhoooo 🙂

  6. gag kebalik thah????? 😛

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s