Ideal Itu (harus) Cantik

dalam_cahaya_islamIdeal tidak selalu kita dapati dalam keseimbangan fisik, seimbangnya berat badan dan tinggi badan. Ideal tidak hanya sebatas kecerdasan. Kecerdasan intelektual, maupun kecerdasan spiritual. Ideal adalah sebuah kesejiwaan, perpaduan yang indah antara keseimbangan fisik dan kecerdasan, cerdas spiritual dan cerdas intelektual. Tidak ada kata gratisan untuk harga ideal. Harganya teramat tinggi tapi kita masih berkesempatan untuk memiliki. Menawarkan pada diri untuk perjuangan tiada henti mencapai harga tertinggi. Sebuah langkah pasti. Sebuah perbaikan diri yang terangkum dalam ihtiyar di jalan Illahi.

“Tiadalah engkau perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan. Kalimat yang baik adalah umpama pohon yang baik. Akarnya teguh dan cabangnya sampai ke langit. Ia memberikan buahnya di tiap musim dengan izin Rabbnya…”
(Q.S. Ibrahim: 24-25)

Bangunan iman kita seperti pohon ini. Ada ‘aqidah yang menghujam, teguh, terpatri dalam benak. Ia tersembunyi tetapi eksis. Keyakinan yang teguh pada Allah, mengakar pada sumber kehidupannya. Ada ibadah yang pengaruhnya dinikmati banyak orang. Shalat yang mencegah keji dan munkar. Puasa yang mengajarkan empati pada sesama. Zakat yang mengajak semua untuk berbagi. Dan haji, yang membuat kita sinergi, merasa kecil di hadapan Allah Yang Maha Besar. Dahan-dahan ibadah ini sampai ke langit, menjulang menyadarkan.

Sekararang buah itu akhlaq. Seorang mukmin memberikan buahnya pada setiap musim, pada segala kondisi dengan ijin Allah. Siratan yang indah tentang manisnya kemanfaatan bergaul bersamanya. Semua sisi hidupnya manis dinikmati oleh orang-orang di sekitarnya. Ia, bermanfaat kapan saja, dalam kondisi apapun.

“Celupan warna Allah dan siapakah yang lebih baik celupan warnanya daripada Allah? Dan hanya kepadaNyalah kami menyembah.”
(Q.S. Al Baqarah : 138)

Bagaikan kain putih yang telah terkena beberapa noda, pribadi-pribadi mukmin kemudian dicuci dengan syahadat yang mereka ikrarkan. Allah kemudian memberi warna dengan celupanNya, celupan warna dengan cita rasa Illahi Yang Maha Tinggi. Jika sang hamba terus menjaga amalan wajibnya, kemudian taqarrub dengan amalan sunnah dan nafilah, maka celupan warna itu menjadi gerak hidup yang memancarkan kemuliaan dan keagungan.

“Seorang mukmin yang kuat itu lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah. Dan pada masing-masing keduanya tetap terdapat kebaikan…” (H.R. Muslim)

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi dan janganlah kalian ikuti langkah-langkah syaithan…” (Q.S. Al Baqarah: 168)

Konsep kita jelas.
Halal:
1. Halal dzatnya
2. Halal sumbernya
Thayyib:
1. Thayyib dzatnya
2. Thayyib sumbernya

Tidak hanya asupan makanan yang perlu dijaga akan tetapi menjaga kesehatan fisik secara fisik juga sangat perlu dilakukan seperti olahraga, menjaga kebersihan, istirahat cukup dan medical check up juga diperlukan.
Betapa islam sejak mula, menempatkan akal dalam posisi yang paling nyaman. Ia tidak dikungkung oleh belenggu otoritas. Tetapi ia berjalan dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Ia berkelana, menjelajah penjuru bumi, memasuki tubuh manusia, mengintip aktivitas sel-sel, lalu mengangkasa, mengamati cuaca terus ke antariksa memuaskan rasa ingin tahu lalu mendarat lagi untuk memudahkan kehidupan insani.

Itulah ideal yang terangkum dalam kesejiiwaan. Kesejiwaan dalam ketaatan, jasad dan akal. Ideal itu (harus) cantik. Cantik tak sebatas jasmani tapi rohani. Tidak sebatas esensi tapi subtansi.

ditulis untuk TFM, mika

Advertisements

2 responses to “Ideal Itu (harus) Cantik

  1. Trimakasih kuucapkan…

  2. lalu apa parameter keberhasilan ideal itu sendiri? mungkinkah seseorang akan benar-benar merasakan ideal untuk dirinya??sedangkan setan akan takkan putus asa menitikkan keraguan itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s