Ne Jamais se Terminant Asie (chapter 1)

“Annyong…
Kedatanganmu disambut hujan”

Itulah pesan singkat yang terekam dalam inbox HP-ku.
Hujan memang tengah deras, untung saja sejak tadi aku sudah berada di masjid ini, masjid kampus UGM.

Aku ke sini bukan tanpa alasan, sengaja aku singgah di kota ini, langsung dari Senen. Aku ingin bertemu sahabat-sahabatku, tepat di sini. Itu alasan lain. Aku ke sini untuk Jogja, untuk kota ini. Bukan untuknya, bukan untuk siapa, tapi untukku, karena aku ingin kamu, itu saja.

logojogjaSengaja aku memilih tempat ini, wong dia juga bilang terserah aku mau ketemu di mana. Kembali, itu alasan lain. Tak peduli mau ketemu di mana, Jogja tetap saja indah dengan pesonanya. Efisiensi waktu itu yang terpenting, karena sore ini ada pertemuan FLP, dan kebetulan berlangsung di kampus ini. Aku hadir sebagai tamu, tamu tak diundang tepatnya. Tak apa, kami juga saudara, setahuku begitu.

Lama aku menunggu di sudut masjid, aku mulai resah. Waktuku tak banyak. Ingin rasanya aku berlama-lama di kota ini, menelisik di antara lorong sempit, tepian kalicode. Ingin kuacuhkan segala, tapi nyatanya amanahku masih menyala-nyala.
“Besok Kau pulang!” itu bunyi pesan singkat di HP-ku.

Hm…, beberapa jam yang lalu, dalam kesendirian, dalam kelaparan. Aku ingin cari makan, tapai kemana pula, aku sama sekali tak tahu daerah ini. Tanya si Satpam, ketemu sedikit titik terang.
“Lurus, dua gang dari sini, belok kanan” Begitu katanya.
Akhirnya ketemu kantin kecil di depan Balairung Bulak Sumur (belakangan baru kutahu, itu Balairung Pers UGM).
Aku datang bersamaan dengan hujan yang juga turut datang, padahal makanan sudah kupesan. Sambil menenteng segelas es jeruk, cuek saja aku masuk dalam ruangan. Di ruang depan, tampak beberapa orang berkumpul, ngobrol-ngobrol. Tak ada seorang pun yang kukenal. Aku berdiri sejenak, berharap ada salah seorang dari mereka yang menyapaku, sekadar mengurangi sedikit rasa canggung. Tak ada harapan, tak ada yang memedulikan kehadiranku, seakan aku tak ada bagi mereka. Aku mengalah, kusapa salah satu dari mereka,
“Mas, aku masuk boleh?”
Salah seorang mengalihkan pandangan sejenak, memandangku dan berkata singkat
“Boleh”, kembali tatapan matanya teralih dari wajahku.
Mendapat angin segar, aku masuk ke ruang tengah, kemudian duduk di karpet depan TV, di samping mas-mas yang sedang baca tabloid Bola, tampaknya baru terbit pagi ini. Dia cuek baca tabloid, aku juga cuek. Kusapa sekenanya, hanya basa-basi.

Hujan reda, es jeruk habis, aku pamit undur diri, dia meng-iya-kan, sekedar formalitas tampaknya. Sampai di depan pintu, aku disambut penjualnya, maklum belum bayar coy! Sembari transaksi, ibu penjual es jeruk itu menanyaiku.
Ibu-ibu : mas, kok saya ndak pernah lihat mas ya, baru ya di Balairung ini (Pers)
Aku : nggak kok, tadi cuma mampir aja.
Ibu-ibu : oh…, ada temannya ya di sini. Siapa?
Aku : nggak ada bu, nggak ada yang kenal
Ibu-ibu : ………??
Lha tadi kok nyelonong masuk aja, ngapain?
Aku : tadi kan hujan bu, dari pada kehujanan.
Ibu-ibu : oh…, (gak punya malu banget ya mas)

Yah, mumpung jarang ke sini, malu-maluin pun gak ada yang kenal, he..he..

Itulah kisah awal dari segala kegiatanku di Jogja ini.
Hujan masih menyisakan sedikit gerimis. Aku ingin menikmati kota ini, secepatnya, sepuasnya.

Advertisements

2 responses to “Ne Jamais se Terminant Asie (chapter 1)

  1. ‘Annyong Haseyo…
    Kamsahamnida…
    Je vous remercie untuk “bingkisan manis”nya…

    Banyak hal yang tidak bisa dipaksakan tapi layak diberi kesempatan…sejenak lebih dari cukup untuk mengobati kerinduan akan kota never ending asia… Iya kan?

    Kapan-kapan mampir lagi yaa?? Belum kau nikmati hangatnya merapi dan keramaian debur ombak di pantai…

    Let’s get the fun in -jog-jakarta! ^_^

  2. nitta comcom

    waaaaaaahhh podooooo…bangett semissi,dimanapun malu gag popo penting gag kenal heheee””’^_^.

    makane sing diruhi ojo ngawi ae…heeeeeeee aqu maksute//////

    gak sah modo-modo…, kita tuh beda. Bedakan antara yang terawat dan tidak terawat, he..he..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s