muka lama

Muka-muka lama akhirnya bersua.
Dalam rindu dendam yang telah membuncah.
Kita berpeluk, dalam, mesra.
Kita laiknya sahabat, yang tak bersua lama.
Padahal baru sekejap kita menutup mata.

Entahlah, aku menikmatinya.
Persahabatan ini tak ‘kan kubiarkan mati.
Aku akan terus merangkai…
Bait demi bait kata yang terus mengalir.
Merangkai, dan menjadi saksi akan ketulusan untuk kita bisa berbagi.

Ah…, betapa indahnya hari.
Muka lama tak berubah, masih saja sama.
Kuingin menikmati sekenanya.

Andai waktu bias berhenti,
‘Kan kuhentikan saat kita tergelak, dalam tawa.
Kuhentikan waktu saat semua orang tak bisa mengganggu.
Akan kurangkai sepenuhnya, kata yang kemarin terserak.
Kata itu telah terangkai, tentu dengan koma, titik, seru dan Tanya.
Pandang saja… Indah…

Advertisements

3 responses to “muka lama

  1. ‘Kalau saja hidup tidak berevolusi, kalau saja sebuah momen dapat selamanya menjadi fosil tanpa terganggu, kalau saja kekuatan kosmik mampu stagnan di satu titik, maka tanpa ragu kamu ataupun kita akan memilih satu detik bersamanya untuk diabadikan. cukup satu dan biarkan itu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan’

  2. andai saja aku bisa tlihat oleh mata hatimu…….

  3. andai saja aku tlihat oleh mata hatimu…….

    siapa sih nih, koment-komentnya aneh-aneh, he..he..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s