Ketika Cinta di Pelupuk Mata

loveWanita itu tenggelam dalam tangis. Menyesali segala nasibnya yang demikian tragis. Dicampakkan orang tua terkasih, demi mengikut ‘kekasih’ bermulut manis. “Semua demi cinta, karena aku mencintainya”, katanya bila ditanya: mengapa? Ia seakan tak sadar manakala dirinya terseret dalam perbuatan nista nan hina. Wanita itu masih saja sesenggukan dalam lorong panjang, labirin kehidupan. Ia berada dalam kesendirian. Tidak tampak batang hidungnya, seseorang yang ia perjuangkan atas nama ‘cinta’. Wanita itu ingin kembali, mengulang waktu yang telah ia lewati dengan suram. Mengulang bait-bait kehidupan yang telah lama ia campakkan. Namun hidup tidak seperti dalam khayalan, waktu tak akan bisa kembali. Beruntunglah mereka yang memahami betapa berharganya waktu itu:

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS Al-‘Ashr:1-3)

Kisah di atas hanyalah sebuah ilustrasi semata. Tetapi bisa jadi kita akan mengalami nasib serupa bahkan mungkin lebih tragis, manakala kita tidak mampu menempatkan ‘cinta’ dengan benar. Begitu banyak kajian tentang cinta, bertebaran artikel-artikel yang membahas tentang cinta, sampai berbusa-busa orang-orang yang saling menasehati tentang cinta. Tetapi semua seakan sia-sia, ketika banyak orang khususnya remaja yang masih diperbudak oleh cinta. Menempatkan cinta tidak sebagaimana mestinya. Mewujudkan cinta hanya dengan nafsu syahwat belaka. Coba kita tengok pembicaraan para pemuda tentang wanita. Cantik dan manis-lah yang pasti menjadi sasaran utama. Sebuah rasa suka memang anugerah dari Yang Maha Kuasa, melalui perwujudan atas nama cinta. Tetapi betapa bijaknya jika kita bisa memilah cinta agar tak terjerumus pada kesia-siaan, hingga menjurus pada kenistaan.

Belakangan banyak orang, amat suka membicarakan tentang cinta. Mulai dari mahasiswa, siswa SMA, SMP, bahkan pelajar SD, sudah akrab dengan kata ‘cinta’. Di lain sisi, keakraban akan kata ‘cinta’ didukung pula oleh grup-grup musik, baik Indonesia maupun Internasional yang sebagian besar mengusung tema cinta dalam lirik-lirik lagu-lagu mereka. Dan seringkali terlalu berlebihan menyikapi rasa cinta kepada makhluk sehingga mengalahkan bahkan mengesampingkan keberadaan Allah SWT, naudzubillah min dzalik. ‘Cinta’ pun cukup laris diperjual belikan atas nama seni, dan demi meraih rating tinggi, dalam sinema mini seri, atau akrab di telinga dengan sebutan sinetron. Sayangnya (kembali), kebanyakan yang menjadi minat para produser adalah cinta dalam penafsirannya secara duniawi.

Dari banyaknya orang yang mengenal : ‘cinta’. Hanya sedikit dari mereka yang mampu mendefinisikan kata’cinta’ dengan lugas dan tegas. Kebanyakan hanya mampu mendefinisikan cinta, yang disadur dari gejala-gejala : ‘cinta’. Seperti yang diungkapkan oleh Imam Ibnu Qayyim:

“Tidak ada batasan cinta yang lebih jelas daripada kata cinta itu sendiri; membatasinya justru hanya akan menambah kabur dan kering maknanya. Maka batasan dan penjelasan cinta tersebut tidak bisa dilukiskan hakikatnya secara jelas, kecuali dengan kata cinta itu sendiri.
Kebanyakan orang hanya memberikan penjelasan dalam hal sebab-musabab, konsekuensi, tanda-tanda, penguat-penguat dan buah dari cinta serta hukum-hukumnya. Maka batasan dan gambaran cinta yang mereka berikan berputar pada enam hal di atas walaupun masing-masing berbeda dalam pendefinisiannya, tergantung kepada pengetahuan, kedudukan, keadaan dan penguasaannya terhadap masalah ini.”
(Madarijus-Salikin 3/11)

Sedemikian runyamnya definisi akan cinta, lalu seberapa runyamkah jika kita mempelajari tentang cinta. Seberapa sulitkah implementasi makna cinta, agar nantinya cinta yang kita bina tidak hanya menjurus pada kesia-siaan belaka. Tenang kawan, semua tidak akan lebih runyam dari persamaan integral jika kita tahu bagaimana mengarahkan cinta, yang memang merupakan fithrah manusia. Cinta akan lebih menjadi sederhana, jikalau Allah menjadi sandarannya.
Inilah Cinta Yang sebenar-benarnya, Cinta yang didasarkan atas keimanan dan ketaqwaan manusia, Cinta seorang hamba kepada Sang Maha Pencipta, Cinta tanda syukur dan tiada kuasa selain kuasa-Nya, Cintakan Allah adalah cinta yang tidak pernah luntur dan abadi. Cinta selainnya adalah Cinta yang luntur dan berakhir. Janganlah mencintai akan sesuatu terlalu berlebih-lebihan sehingga mengurangi cintamu kepada Allah. Mencintailah kamu kepadanya, dengan makna Kecintaanmu kepada Allah Yang Maha Pencipta. Dapat diartikan memandang segala sesuatu karena Allah SWT semata sehingga apabila kamu mencintai seseorang, cintailah dia dengan sebenar-benarnya karena Allah.

Cinta kepada Allah dapat diartikan pula dengan mengorbankan apa-apa yang dimiliki untuk yang dicintai (Allah). Bertaubat atas segala dosa, lebih dari seperti layaknya meminta maaf kepada sesama manusia, serta men-syukuri segala karunianya. Edcoustik pun dengan merdu menyatakan rasa cinta kepada-Nya:
Kata-kata cinta terucap indah

Mengalun berzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang Kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya ilahi….
Muhasabah cintaku…

Semakin mantab hati untuk melangkah, kembali menapak jejak, mengarungi bait-bait kehidupan, demi menjemput dan mendamba cinta dari Sang Maha Pemberi Cinta. Tak ter-elakkan, tiada alasan untuk berpaling. Segalanya, cintaku hanya pada-Mu. Ketika cinta mulai membayang di pelupuk mata. Bayangnya sanggup membutakan segala. Semua karya hanya tertuju untuk yang dicinta. Maka, berhati-hatilah bermain dengan cinta [noe]

ditulis untuk ‘Insan Kamil’

Advertisements

7 responses to “Ketika Cinta di Pelupuk Mata

  1. “Aku Ingin Mencintaimu”–Edcoustic– Efeknya bakal ngena banget kalo antum dengernya pakai headphone full bass, di tengah padang rumput, sendirian, di malam hari….

    Jika sandaran hati itu adalah Alloh, Dia akan membagi cinta itu sendiri menurut porsinya tentunya dengan penjagaan dan jauh dari nafsu…

    Banyak cara memaknai cinta, sakit juga tanda cinta. Saat paling dekat antara hamba dan Rabbnya…

    Insan kamil?? Siapa tuh “Insan Kamil”??
    Ky nama temenku hehe…

  2. bantuin jawab:
    Insan Kamil tu, nama buletin dwimingguan milik Infomed MBM STAN.

    hmm…yang produknya baru keluar!!
    siuut…suiitt…

    tapi temanya cinta yah? pertimbangan apa to?

    kirain bakal terbit jg cerpenmu yang untuk sebuah kata istiqomah itu..

    bareng sama Dhika n Dirga kan y? d InKa?

  3. @:aku
    dah terjawab kan pertanyaannya 🙂

    @:faraziyya
    kenapa pilih cinta? keputusan syuro!
    rahasia redaksi itu.., he.. peace!
    yang cerpenku itu kan temanya: istiqomah, bukan cinta. Lagian, seorang jurnalis yang baik (menurutku)gak akan mempublikasikan karyanya, sebelum benar-benar terbit secara resmi. SEtuju…!? (setuju mas… :))
    Yap, sama Waradhika dan Dirga juga!

  4. cinta….
    hanya satu cinta yang abadi….

    kau begitu pandai merangkai kata yang membuat banyak orang terpana.

    1 hal…..maafkan q yang pernah mengagumi hasil karyamu.

    ah… kau terlalu berlebihan ‘dinda’, santai cing…!

  5. yang menarik muhasabah cintane edcoustic,klo denger or ngalantunin lagu itu bikin hati kayak di iriz irizzz…hikzz.hikzzzz//

    ampuni khilaf dan salah slama ini ya ilahi muhasabah cintaku….. hikz.hikzzzz

    ehem…, bisa berhenti nyanyi, lagi tidur siang 😀

  6. klo ngomongin ”CINTA” Ane jadi teringat kekonyolan masa lalu….
    sempet putuz asa gara2 cintane bertepuk sblah tangan ternyata si diya sudah tunangan..heheheeee ane kecelek/// padahal seumurane ant,,gayane mw nikah muda..mw nyempurnain agama katane,,wualah,,show sweet nehhh…
    tapi ane kapokk jan kapok tenan …..pernah menjatuhkan ”cinta” ke seorang hamba…hasileeee bikin sakit hati thokkk..n skarang sdh mendapat hidayah Hanya mencintai YANG MAHA MENCINTA AJA….N ane yakin 1000% pasti cinta yg kali nie gag bakal bertepuk seblah tangan maneehhhhh..wwwwalaahhhh lha kok jadi curhatt ….yowiz lah gagpopo yaaa,,,skalian jadi konsultan,,,,,,^_6hihihihi,,,

    Kalo ane cintanya gak pernah ditolak, malah dikejar-kejar… :P, he..he.., GR bgt ya.., padahal emang bener…

  7. alah iyo percuoyyyyyyyooooooo..neh.neh..di kejar kejar orang gila maksute hehehehehehehe…..^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s