Balada Kasih

balada kasih

Kadang ‘ku menulis tanpa arti
Hanya goresan pena yang ringan menari
‘Ku hanya ingin penuhi rasa diri
Dari alunan pena digenggam jemari

Tapi ini kali aku berdiri
Mematung melawan belati yang lurus berdiri
Seumpama mata panah
Terhunus, menetes, sepucuk darah

Ini kali berbeda bentuk
Aku ingin menulis, tulisan kasih
Melewati ilalang layu yang membias memutih

Dalam larik pena di seberang renjana
Aku hamparkan rasa khilaf dari satu nafas
Menyitir, menukil, dari tetesan sang pujangga

Maafkan aku,
Yang tak bisa membuatmu rebah di pangkuanku.
Maafkan aku,
Yang memintamu pergi setelah kukecup keningmu.
Maafkan aku,
Yang membiarkanmu layu dalam dekapan nuraniku.
Maafkan aku,
Yang membiarkanmu terenyuh, dalam derai isak bisu.

Maafkan aku.
Aku hanya ingin memujimu,
Men-sejajari langkahmu.
Tanpa dekap mesra di bahumu.
Hanya itu, maafkan aku…[noe]

Advertisements

9 responses to “Balada Kasih

  1. “Maafkan aku.
    Aku hanya ingin memujimu,
    Men-sejajari langkahmu.
    Tanpa dekap mesra di bahumu.
    Hanya itu, maafkan aku…”

    inikah khilaf yang terhamparkan dari satu nafas?

    well then, smo9a termaafkan..

  2. @: faraziyya.
    Itu permintaanku..!
    Well, Allah Maha Pengampun ^_^

  3. amin..
    btw, iktn komunitas taman cede ?
    ikutan kemisan, bsk kamis?
    ngapain c kira2?

  4. @: faraziyya
    Belum, baru pasang banner doang.
    Blog-ku masih pengen tak perbaiki. Lagi belajar Joomla…
    dateng aja besok kamis, gak da salahnya kan, kecuali hujan, ant kan nglaju…

  5. mm..kirain,
    Joomla tu apa?
    nglaju..?
    tau gg? aq bru tau istilah itu kmrn dari chairmate ku..
    hoho^0^ ketauan bgt gg bisa dihrpkn u/ jd lawan bicara xo gunain ‘bahasa ibu’ 😀

  6. @: faraziyya
    Apaan ya, itu semacam untuk buat website yang semi profesional, tingkat kesulitannya di atas blog. ada yang lebih sulit lagi dari Joomla, dengan bahasa HTML, ex: dreamweaver.

  7. Hmm…
    Jika itu khilaf semoga termaafkan…
    Tapi ajarkanlah padanya,
    Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap.
    Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut.
    Bangun dari ilusi namun tak memilih pergi. [Dee]

  8. @: aku
    Hmm…
    I’ll try it…
    Remerciements…

  9. semoga khilaf q,
    khilafmu,
    dan khilaf orang2 beriman termaafkn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s