silap di persimpangan malaikat

Maka…
Doa’mu sahabat, yang senantiasa ‘ku harap…
Awak t’lah banyak silap di persimpangan malaikat…
Laiknya singa dalam penjara pasir, yang selalu dihempas angin pesisir…
Jalan, terantuk.
Lari, terbatuk.
Diam pun, tak jua menjadi datuk.
Ingin kuhempas ia, dalam satu hembusan nafas.
Rasanya musykil, ketika kaku, bahkan untuk menginjak kerikil.
Terisak, riak, tak hanya menafikan pekat.
Tersia pula, murung yang menjadi karat.
Awak rambah honai yang t’lah demikian dekat.
Awak harap, ini sekat yang rapat…
Nuhun aa’.

Advertisements

6 responses to “silap di persimpangan malaikat

  1. Rasa cinta pasti ada pada makhluk yang bernyawa karena cinta adalah merupakan fitrah, naluriah
    dan sunnatullah.
    Cinta adalah satu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Apalagi di kalangan remaja, karena sudah
    menjadi anggapan umum bahwa cinta identik dengan ungkapan rasa sepasang sejoli yang dimabuk
    asmara.

    itu yang buat kamu kaya’ gitu nug??

    aku terlanjur penasaran ilo…!!!

  2. upu kie??????????????????

  3. terima kasik bagi teman-teman yang telah berkenan berkunjung dan memberikan komentarnya

  4. nug, sing gawe beneran kowe po? sorry lek curiga, mergo akeh pagliat puisi saiki ki…

  5. yo kang yud…!
    nek sing neng multiply kae emang ada beberapa yang aku sadur dari orang lain, dan parahnya lupa gak tak kasih sumber.
    tapi kalo yang ini Insya Allah asli made by Nugroho….
    thanks for coment…

  6. Wah. . . .enek opo kie??koq ketoke sir. .sir pie. . . . .hee
    afwn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s