gamang

kerjap-kerjap malam membuatku semakin bimbang
aku sangsikan sikap yang ditujukan
padakukah…? entahlah…?

keringnya pasir dalam balutan sepi yang mengalir
dalam keterasingan aku menyingkir
lari dari kegamangan peran

redup lilin kecil, nyala di atas nampan
meredup, hingga akhirnya tepekur, diam
terusik, lilin itu mulai padam…
setelah semesta, dan selaksa rupa bercucuran
rupanya ia diam…
masih diam…
membiarkan dalam kegamangan
padakukah…? entahlah…?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s