“Kau mencintaiku?”
“Kenapa?”
“Hanya ingin tahu.”
“Haruskah aku mengatakannya?”
“Mungkin.”
“Kau hanya main-main?”
“Tidak.”
“Lantas?”
“Lupakan saja.”
“Kau tak ingin tahu?”
“Mungkin tidak.”
“Katanya kau ingin tahu apakah aku mencintaimu.”
“Aku tahu kalau kau mencintaiku.”
“Lalu kenapa kau bertanya seperti itu?”
Terdiam…
Hening, ramai hanya di pikiran masing-masing.
“Tanyalah.”
“Apa yang mesti aku tanyakan?”
“Apa saja.”
“Misalnya?”
“Terserah.”
“Hmm.”
“Ayo, jangan diam.”
“Kenapa kau minta aku bertanya?”
“Aku hanya ingin ngobrol.”
Ngawi, 7 Oktober 2011
Terinspirasi dari salah satu cerpen Agus Noor dalam buku kumpulan cerpennya: Potongan Cerita di Kartu Pos



hmm.. sepertinya ada aroma2 cinta yang terpendam nih..hhe
Hehe, hanya imaji..
rebirth nyuk!!!!!!
gampang..